TAMAN NASIONAL BALURAN


SELAMAT DATANG DI INFORMASI KAWASAN KAMI

Flora

walikukun

Walikukun

Nama Latin : Schoutenia ovata


Kepadatan : Kepadatan populasi walikukun bervariasi tergantung pada faktor lingkungan, habitat, dan interaksi dengan spesies lain. Informasi spesifik tentang kepadatan populasi mungkin terbatas karena penelitian terhadap spesies ini tidak meluas.


Sebaran : Sporadis


Status : Native


Bentuk Daun

daun-walikukun

Morfologi

Pohon yang tidak terlalu tinggi, hingga 10 m. Batang dan permukaan daun di bagian bawah ditutupi rambut berwarna putih sampai coklat jerami yang padat. Daun berbentuk bulat panjang sampai bulat telur, panjang 3,5-10 cm, lebar 2-5 cm, tepi rata sampai lobed tidak teratur di bagian ujungnya. Bunga berwarna kuning pucat. Buah berbentuk bulat telur sampai bola, panjang 6-7 mm, diameter 5,5-6 mm, tertutup lapisan bulu halus yang padat, sebagian besar diisi dengan jaringan spons, dengan sepal kering yang dimungkinkan membantu dalam penyebaran angin. Di Baluran, pada bulan April dan Mei dijumpai berbunga juga berbuah.


Anatomi

Batang Walikukun halus, berwarna abu-abu kecoklatan, dengan kayu keras di bagian dalam. Daunnya oval dengan ujung runcing, berwarna hijau tua, dan bertulang mencolok. Bunganya berbentuk kerucut, kelopak putih hingga kekuningan, muncul di ujung ranting dalam kelompok kecil. Buahnya bulat kecil, kulit hijau muda hingga coklat kehitaman saat matang, berisi biji-biji terbungkus dalam daging. Sistem akarnya dangkal dan tersebar luas, dengan akar serabut menyerap air dan nutrisi di lapisan atas tanah.


Kegunaan

Pohon walikukun memiliki beragam manfaat, termasuk sebagai pohon hias dan peneduh, serta sebagai sumber makanan bagi beberapa hewan yang memakan buahnya. Selain itu, kayunya dapat digunakan dalam berbagai industri, seperti pembuatan perabotan dan konstruksi. Di samping itu, pohon walikukun juga memiliki nilai ekologis dengan akarnya yang membantu dalam menjaga stabilitas tanah dan menjaga keberagaman hayati.


Deskripsi

Rentang daerah asli tidak diketahui. Di Baluran merupakan jenis lokal. Jenis yang luas tersebar di daerah kering dataran rendah Baluran sampai peralihannya dengan vegetasi di daerah pegunungan di ketinggian sekitar 600 m dpl. Dapat dikatakan cukup melimpah dan sangat mudah dijumpai. Tumbuh di daerah yang memiliki tipe vegetasi klimatis, secara periodik kering sehingga merupakan vegetasi meranggas yaitu meliputi hutan musim, semak belukar dan berbagai subtipe savana (trees savanna, shrub savanna, woodland savanna). Sudah sangat dikenal oleh masyarakat setempat. Namun demikian tidak dijumpai adanya aktivitas pemanfaatan kecuali sebagai kayu bakar.