TAMAN NASIONAL BALURAN


SELAMAT DATANG DI INFORMASI KAWASAN KAMI

Flora

pereng

Pereng

Nama Latin : Dichrostachys cinerea


Kepadatan : -


Sebaran : -


Status : Non-Native


Bentuk Daun

pereng

Morfologi

Tumbuhan ini umumnya berupa pohon kecil atau perdu dengan batang bercabang dan ditumbuhi duri-duri tajam.Daunnya terdiri dari beberapa pasang daun kecil, sementara bunganya berbentuk bulu panjang yang sering berwarna merah muda hingga jingga. Dichrostachys cinerea memiliki akar dangkal.


Anatomi

Daunnya majemuk, menyirip, dengan 4 hingga 10 pasang daun kecil yang biasanya berbentuk oval atau bulat telur, tersusun secara berselang-seling. Batangnya yang bercabang-cabang dan berduri memiliki duri yang tajam dan panjang. Bunga-bunga bervariasi. Akarnya berserabut dan tumbuh dangkal di dalam tanah.


Kegunaan

Daunnya digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit seperti sakit perut, diare,dan sakit gigi.


Deskripsi

Di Baluran, jenis ini juga dimanfaatkan kayunya oleh masyarakat setempat, untuk dijual atau dipakai sendiri sebagai pasak perahu. Yaitu dengan cara ditebang, kemudian dipotong-potong menggunakan gergaji sepanjang 20-25 cm, kemudian dibelah-belah seukuran ibujari atau seukuran bahan pasak. Oleh masyarakat setempat yang merupakan masyarakat pesisir, pasak kayu jenis ini dinilai memiliki keunggulan sifat yaitu karena mengembangnya ketika terkena atau terendam air laut justru menjadi semakin kuat, dan awet. Namun sekarang ini aktivitas pemanfaatan kayu pasak dari jenis ini telah jauh menurun atau hampir tidak ada lagi karena semakin sulit dijumpai dalam kawasan