TAMAN NASIONAL BALURAN


SELAMAT DATANG DI INFORMASI KAWASAN KAMI

Flora

ketapang

Ketapang

Nama Latin : Terminalia catappa


Kepadatan : Kepadatan populasi pohon Ketapang dapat bervariasi tergantung pada lokasi geografis dan kondisi lingkungan tempat tumbuhnya. Di beberapa daerah, pohon Ketapang dapat menjadi spesies yang dominan di hutan pantai atau daerah pesisir.


Sebaran : Sporadis


Status : Native


Bentuk Daun

ketapang

Morfologi

Pohon Ketapang memiliki batang lurus dengan kulit halus abu-abu kecoklatan. Daunnya lebar, lonjong-lanceolata, dan tersusun spiral. Bunganya kecil dan putih, tumbuh dalam tandan terminal. Anatomi batang standar dengan kulit, kayu, dan empulur. Daun memiliki struktur majemuk sederhana dengan stomata. Sistem akar terdiri dari akar serabut untuk menyerap air dan nutrisi.


Anatomi

Batang Ketapang terdiri dari kulit, kayu, dan empulur, dengan kulit abu-abu kecoklatan. Daunnya berbentuk bundar telur, hijau tua, dan bisa tunggal atau majemuk. Bunganya lonceng putih atau kuning, buahnya bulat pipih, hijau atau coklat. Akarnya tumbuh horizontal dan vertikal untuk menyerap air dan nutrisi. Sistem pembuluhnya kompleks, membawa air dan nutrisi serta makanan hasil fotosintesis.


Kegunaan

Pohon Ketapang digunakan untuk peneduh di perkotaan, juga sebagai pangan dengan buahnya yang asam manis. Bagian pohonnya, seperti daun dan kulit, digunakan dalam obat tradisional untuk manusia dan hewan. Kayunya tahan lama dan digunakan dalam perabotan, kayu bakar, dan bangunan. Ditanam untuk pengendalian erosi di lereng bukit dan tepi sungai.


Deskripsi

Pohon Ketapang (Terminalia catappa) adalah pohon besar dengan batang yang tegak dan kuat, mencapai tinggi hingga 20-30 meter. Daunnya besar, berbentuk bulat telur, dan berwarna hijau gelap dengan tepi yang bergerigi. Bunga Ketapang berbentuk lonceng, biasanya putih atau kuning, dan berkembang menjadi buah bulat atau oval berwarna hijau atau coklat. Pohon ini sering ditemukan di daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia, terutama di tepi pantai, sungai, dan daerah lembab lainnya. Dengan manfaatnya yang beragam, termasuk kayu yang bernilai ekonomis, buah yang dapat dimakan, dan daun yang digunakan dalam obat tradisional, pohon Ketapang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia dan lingkungan di mana ia tumbuh.