TAMAN NASIONAL BALURAN


SELAMAT DATANG DI INFORMASI KAWASAN KAMI

Flora

kesambi

Kesambi

Nama Latin : Schleichera oleosa


Kepadatan : Jarang


Sebaran : Sporadis


Status : Native


Bentuk Daun

daun-kesambi

Morfologi

Pohon, monopodial, tinggi 15-40 m. Daun majemuk menyirip. Anak daun 4-8, elliptis sampai memanjang, kadang-kadang bulat telur atau bulat telur terbalik, bagian pangkal miring, lancip, tumpul atau membulat, bagian ujung meruncing atau terkadang miring, tepi rata dan bergelombang, permukaan gundul, berukuran 2,5-18 cm panjangnya, yang teratas terbesar, yang muda merah. Bunga dalam malai yang berbentuk tandan, berjejal pada pangkal tunas yang muda, kerapkali bercabang pendek, berkelamin campuran berumah 2, beraturan. Daun kelopak 4-6, bersatu pada pangkal, panjang sekitar 1 mm, hijau. Buah bentuk spul lebar, dengan ujung meruncing, licin atau berduri tempel sedikit, panjang sekitar 2,5 cm. Biji terdesak ke samping. Selubung biji kekuningan.


Anatomi

Batang Kesambi memiliki struktur yang kuat dan berserat. Daunnya tersusun atas lapisan epidermis yang melindungi, jaringan palisade yang mengandung klorofil untuk fotosintesis, dan jaringan spongy yang membantu dalam pertukaran gas. Akarnya terdiri dari akar serabut.


Kegunaan

Kayunya yang kuat dan sering sekali dimanfaatkan untuk bahan bangunan, jangkar pada perahu nelayan, atau kayu bakar. Juga sangat dikenal oleh masyarakat sebagai jenis kayu bahan arang yang berkualitas baik dibanding jenis-jenis kayu lainnya. Buahnya dapat dimakan langsung, memiliki rasa yang dominan kecut segar dengan sedikit rasa manis.


Deskripsi

Di Baluran pohon ini merupakan jenis yang sudah sangat umum dan sangat mudah dijumpai, tersebar hampir merata dengan kelimpahan relatif tinggi. Tumbuh di hutan pantai, hutan musim, semak belukar, savana (trees savanna, shrub savanna dan woodland savanna). Meliputi daerah daerah kering dan terbuka yang bertipe vegetasi meranggas sampai pada daerah-daerah sejuk dan tertutup yang bertipe vegetasi evergreen (selalu hijau). Jenis ini nampaknya memiliki rentang tumbuh atau rentang kesesuaian habitat yang cukup tinggi.


Di daerah hutan pantai yang kering, savana-savana yang terbuka dan kering, semak belukar dan hutan musim jenis ini dapat tumbuh dengan baik dan mampu beradaptasi sebagai jenis pohon yang meranggas. Dan di hutan pantai yang lembab dan tertutup (formasi Barringtonia) bahkan sampai di daerah mendekati puncak Gunung Baluran di ketinggian sekitar 1.000 m dpl., jenis ini juga dijumpai tumbuh dan selalu hijau berasosiasi dengan vegetasi evergreen lainnya.